Minggu, 27 April 2025

Algoritma dan Pemrograman

 



Scratch vs Blockly

Kalian sudah pernah memprogram dengan menggunakan Bahasa Scratch.

Dalam Bahasa Scratch, kalian selalu mempunyai stage (panggung), backdrop,

dan Sprite (yang dinyatakan dalam bentuk gambar kucing, manusia,

ular, atau benda apapun). Sprite dapat kalian “mainkan” seperti kalian

memainkan wayang melalui perintah (digerakkan/diubah posisinya, bersuara,mengatakan sesuatu dalam bentuk tekstual). Dalam sebuah program Scratch,

kalian dapat membuat karya interaktif, yaitu Sprite dapat merespons event

yang diberikan, misalnya melalui klik mouse, ketukan keyboard, atau lewat

interface lainnya seperti konduktor (buah, copper plate atau lainnya) yang

dihubungkan ke Makey-Makey sebagai interface ke komputer.

Sprite dapat bereaksi terhadap event, atau digerakkan melalui

perintah-perintah yang tersedia. Program pun baru akan mulai dijalankan

saat kalian memberikan event. Pada dasarnya, pemrograman dalam Scratch

berbasis event. Artinya, objek-objek yang tersedia siap menerima event dan

dapat dieksekusi atau dijalankan kode programnya “bersama-sama”. Sebagai

catatan, objek-objek tersebut kelihatannya dijalankan bersama-sama, padahal

sebetulnya, dilakukan secara bergiliran. Itulah sebabnya, misalnya kalian

dapat mempunyai sebuah game, di mana ada dua sprite (objek) kucing yang

berkejar-kejaran, atau bahkan dua kucing berebut ikan asin yang berjatuhan

dari atas. Kalian harus menulis kode program untuk setiap sprite yang

dibuat. Jika sudah belajar dengan baik, kalian tentu dapat memahami bagian

ini.


0 komentar:

Posting Komentar